Bandung, kota dengan sejuta kenangan, memang
benar adanya. Pasalnya, di setiap sudut Kota Bandung tersimpan segudang sejarah
dari zaman kolonial Belanda. Hal ini terlihat dari bangunan-bangunan khas
kolonial yang masih berdiri sampai sekarang, hanya fungsinya saja yang sudah
berbeda. Sebut saja factory outlet
Heritage yang berada di Jalan Riau, atau yang kini lebih dikenal dengan nama
Jalan L. L. R. E. Martadinata. Bangunan dengan gaya arsitektur art deco ini didirikan pada tahun 1898.
Dahulu, Heritage merupakan rumah dinas direktur Gouvernement Bedrijven (Pusat Instansi Pemerintah) yang kemudian
pindah ke Departement Verkeer en
Waterstaat (Departemen Transportasi, Pekerjaan Umum, dan Manajemen Air) dan
kini dikenal sebagai Gedung Sate. Oleh karena itu, menginap di hotel dekat Jalan Riau Bandung adalah pilihan yang tepat bagi kamu yang suka
dan ingin menyelami sejarah.

Untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah
Jalan Riau. Yuk, simak ulasan berikut ini!
Masa Kolonial
Belanda
Jalan Riau dulunya bernama Riouwstraat. Pada zaman kolonial Belanda, area ini merupakan
kawasan perumahan elite untuk orang-orang Eropa. Sehingga, jalan ini disebut
sebagai Europeesche Zakenwijk atau
wilayah pusat kegiatan masyarakat Eropa. Di jalan ini pula pernah berdiri
Konsulat Inggris.
Riouwstraat pada saat itu direncanakan menjadi lahan hijau
dan hunian masyarakat Belanda. Karenanya, di sana terdapat beberapa taman,
yaitu Tjitaroemplein (Taman Citarum)
dan Oranjeplein (Taman Pramuka).
Taman-taman ini sengaja dibangun di sekitar perumahan mewah orang-orang Eropa
karena akan menentukan harga jual rumah kala itu. Tak ayal, Oranjeplein berada di ujung tenggara Riouwstraat dan hunian di sekitar Oranjeplein disebut sebagai Kapitein Hill.
Masa Penjajahan
Jepang
Beralih ke zaman penjajahan Jepang, Oranjeplein, yang kini bernama Taman
Pramuka, bersama dengan kawasan Supratman merupakan lokasi penawanan
orang-orang Eropa saat Jepang menduduki Hindia Belanda. Selama Jepang berkuasa,
beberapa bangunan juga beralih fungsi menjadi benteng dan pos penjagaan tentara
Jepang.
Setelah
Kemerdekaan
Seiring berjalannya waktu, Indonesia
memproklamasikan kemerdekaanya. Aset-aset Belanda diambil alih oleh Angkatan
Bersenjata Republik Indonesia (ABRI); termasuk bangunan di sepanjang Jalan Riau
yang berubah menjadi wisma, rumah dinas militer, dan pos. Setelah terjadi
krisis moneter tahun 1998, Jalan Riau mulai dikenal sebagai pusat fesyen
masyarakat yang identik dengan factory
outlet.
Hingga kini, Jalan Riau atau Jalan L. L. R. E.
Martadinata termasuk dalam sub-kawasan konservasi cagar budaya. Jalan L. L. R.
E. Martadinata sendiri diambil dari nama seorang mantan Menteri Angkatan Laut
Republik Indonesia, yaitu Laksamana Laut Raden Edi Martadinata.
Bagaimana? Sebutan Bandung adalah kota kenangan bukan hanya penamaan biasa, bukan? Kamu akan melihat sebuah tempat dengan pandangan yang berbeda ketika sudah mengetahui sejarah tempat tersebut. Ketika kamu menyusuri Jalan Riau di Bandung, lihatlah sekitar dan bayangkan kamu sedang berada di abad ke-19. Menarik, ya! Semoga ulasan ini dapat menambah pengetahuan sejarahmu.
No comments:
Post a Comment